mei daripada mei
Kepada siapa lagi kalau bukan kepada mei buruh bercinta,
Kepada siapa lagi ibuku menjerit kalau bukan pada mei.
Tetapi bukan pada mei di jembatan kita kau berceletuk ria,
Juga bukan pada mei yang kita tunggu kau gubis gigi gemigi.
Ahya, mei memang bau darah walau aroma asin laut dan pemaknaan si penyair tua masih berkubang di otakku.
Mei memang, dan ada mei lainnya.
**
mei didalam bayang mei.
mei yang ceritanya mencintai padang pasir di tengah lautan.
juga ada mei si penari berjantung peluru.
aku mei yang hampa dan panjang.
mei yang tak ada warnanya dalam buku cerita manapun.
bukan mei yang seperti ngengat pada bunga ceri.
engkau mei yang seperti apa?
aku mei sepanjang tahun,
mei dengan hujan putus-putus di cerita bergambarnya.
engkau mei yang mana?






